Festival Erau 2018

   Festival tahunan yang diadakan di wilayah Kutai Kartanegara ini telah berlangsung berabad- abad seiring dengan perjalanan sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Dari abad ke -13 Festival Erau telah berlangsung, bisa dibilang festival ini telah ada sejak Kesultanan Kutai berdiri. Festival adat budaya yang berlangsung selama beberapa hari dengan dihadiri banyak penari dari berbagai negara ini selalu semarak oleh pengunjung.
Untuk Festival Erau 2018 ini, aku dan rombongan memilih hari Sabtu dan Minggu 18 – 30 Juli yang juga merupakan puncak acara penutupan dari rangkaian Festival 21 – 29 Juli lalu. Untuk jadwal rangkaian kegiatan Erau Festival bisa dilihat di link berikut : http://eifaf.visitingkutaikartanegara.com/agenda
Mengendarai mobil yang kami sewa dari Balikpapan, aku dan rombongan dari rekan komplek kantor bertandang ke Kutai Kartanegara. Destinasi kami di Sabtu 28 Juli lalu adalah Pulau Kumala di mana Street Dance digelar. Penampilan berbagai penari dari daerah daerah di Kalimantan dan beberapa negara turut memeriahkan acara sore itu. Sayang sekali venue yang disediakan kurang mengakomodasi penonton yang tinggi tubuhnya tanggung sepertiku, jadi karena kalah desak desakan aku memilih menonton hanya seadanya acara yang bisa kutonton.
Hari Minggu dalam rangkaian hari penutupan Festival Erau kami menuju Keraton Kutai Kartanegara bergabung bersama kerumunan masyarakat yang asik mempersiapkan plastik dan wadah wadah untuk rangkaian Belimbur. Belimbur merupakan ritual penutup dari rangkaian Festival Erau 2018 atau sebagai puncak kegiatan dimana masyarakat saling menyiram air ke satu sama lain. Wujud syukur dan pembersihan diri ini dilakukan dalam belimbur, bahkan sepanjang jalan di Kutai Kartanegara hingga kami pulang masyasrakat masih antusias menyiram pengunjung yang lewat mengendarai kendaraan bermotor.
Belimbur dilakukan setelah ritual pelarungan Naga Bini dan Naga Laki yang dibawa menuju Kutai Lama dengan perahu, kemudian dilanjutkan dengan air tuli (air yang diambil dari Kutai Lama) oleh Sultan kepada para masyarakat. Barulah setelah itu masyarakat bersuka cita larut dalam siram siraman di sepanjang wilayah kota. Bahkan petugas pemadam kebakaran pun menyediakan truk truk pemadam untuk memeriahkan acara.
Seusai belimbur kami segera menuju hotel untuk bergegas kembali ke Balikpapan karena keesokan harinya harus kembali bertugas. Senang sekali turut memeriahkan Festival Erau 2018 ini.
Surely will come again joining next year!

Cheers,

Travelanggi