Central Perk Backpacker Review ( Sydney)

Meninggalkan kota pertama tujuan, Perth yang penuh keramahan aku berpindah ke Sydney kota sibuknya Australia. Selama bepergian seorang diri, menginap di hostel adalah pilihan yang kupunya dan cukup menyenangkan mengenal berbagai jenis orang selama tinggal. Sydney menawarkan berbagai hostel dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Berawal dari ketidaktelitianku memesan kamar, jatuhlah pilihan pada sebuah hostel dengan 14 bed campur menjadi tempat tinggalku selama di sana, Central Perk Backpacker namanya.

lorong panjang menuju ruang bersama

Central Perk Backpacker terletak di 611 George St, Haymarket NSW 2000 yang merupakan salah satu jalan utama dan ramai di Sydney. Berlokasi strategis dan dekat dengan berbagai tujuan wisata seperti Darling Harbour, Paddy’s Market dan beberapa tempat lainnya serta berada tepat di pinggir jalan raya hostel ini menjadi salah satu tujuan para backpacker yang menghabiskan waktu di Sydney Australia. Keramahan para penghuninya pun membuatku paling betah berada di sini, ya mungkin karena ketemunya yang baik baik dan ga rese sih ya. Paling sering mereka bertanya tentang Indonesia (kalo ga Bali ya Lombok rata – rata mereka pernahnya) dan kenapa traveling sendiri padahal muslim berhijab. But It was all okay ~~

cook your own food!

put the bag here before the check in time and go around the city

Central Perk ini menawarkan beberapa fasilitas bersama yang bisa dipakai penghuninya, seperti ruang bermain yang bisa menjadi tempat berkumpul para traveler untuk berinteraksi satu sama lain, begitupun dapur bersama dimana kami biasanya saling mengobrol dan mencoba masakan. Plusnya tinggal di hostel ini aku nemu beberapa teman baru yang menyenangkan, sebut saja Miki, Dennis, Alberto, Franzy dan masih banyak lagi. Sebagian besar datang sebagai solo traveler, sebagian tinggal untuk mencari pekerjaan dan pengalaman, sebagian lagi datang dengan alasan lain. Tinggal di hostel ini kamu bebas keluar masuk jam berapapun kamu mau.

some still sleeping

Ada kelebihan ada pula kekurangan yang dimiliki hostel ini. Karena hanya memiliki mixed dorm alias kamar campur, traveler tak bisa memesan kamar khusus pria atau wanita. Di hostel ini hanya tersedia kamar campur dengan 14 penghuni maksimal di setiap ruangnya membuat ruang bergerak bebas sedikit terbatas. Ditambah loker yang tidak ada gemboknya, oh maan masalah banget kalo nginep di sini lupa bawa gembok *untungnya hal ini tidak terjadi padaku yang dengan santainya meletakkan barang berharga di kasur saking sudah terbiasanya* . Hal lain yang tidak menyenangkan di hostel ini adalah keharusan menyerahkan kunci kamar ketika meminjam alat memasak dan itupun pake acara disewotin sama koko koko resepsionis, oh well mau masak kudu lapor dulu. Mungkin ini untuk menghindari alat makan dan masak tidak dicuci dan diberesi seperti yang dilakukan penghuni sebelumnya. Baiklah!
Sedangkan hal tidak menyenangkan lainnya adalah aku tinggal terlalu singkat hanya empat hari. (kaya abg alay sih hari terakhir berat meninggalkan kota ini karena lupa tukeran contact sama gebetan yang pada akhirnya ga ketemu lagi, huh soooo saaad).

this “could you take my photo, please” expression I said to Dennis

too focus playing Jenga, “indomie man” and Dennis

hello Franzy 😀

Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, Central Perk menjadi hostel paling menyenangkan selama trip ke Australia. Dan paling aman meskipun aku harus tidur dengan banyak manusia hahaha.

See ya again, STRAYA!

Cheers,

Travelanggi

Another Hostel Review here:

Melbourne Hostel Review

Travelanggi Perth Hostel Review