Travelanggi NZ Winter Trip Part 4 (Millford Sound Cruise and the Glacier)

Day 5 Selasa, 15  Agustus 2017

   Namanya janji tinggal janji, katanya mau berangkat pagi jadinya agak kesiangan. Duh lelaki memang ya hmm. Kami check out dari hotel jam setengah 11 dan berencana ambil tour Millford Sound siang jam 2. Untuk menuju ke sana kalau bisa ngebut kami bisa ambil cruise siang itu juga, kalau telat yaudah lah nasib. Dengan segenap speed dan keberuntungan kami sampai tepat sepuluh menit sebelum cruise berlayar. Yess just in time! Trip ini semacam dipenuhi nyaris ketinggalan, nyaris ilang, nyaris gagal move on dan hal hal nyaris lainnya. Beruntungnya sih akhirnya terlaksana semua meskipun nyaris. Cruising di Millford sound yang katanya keajaiban dunia ke delapan.

Tips 1 : Spare waktulah banyak banyak ketika menginap pindah pindah seperti kami, yang tadinya janjian jam berapa bisa agak molor. Plus perkirakan waktu tempuh dan waktu tour yang akan diambil. Percuma kan kalo udah ngebut eh sampe sana ketinggalan. Nangis ntar ~

mystical Millford sound

Millford

view from inside the cruise

with the guide

f4 wkwkwk

mukanya hepi receh banget

 

But we’re coming in winter so jangan berharap banyak. Kabut kabut di mana mana ~ Cruise mulai mendekati air terjun setelah sebelumnya kami lihat ada anjing laut dan lumba lumba. Sok sokan bikin vlog dan basah basah kecipratan tapi bahagia. Untuk cruise seharga empat ratusan ribu ini kami bebas minum kopi atau teh sepuasnya. Kalo kata Mas Try bentar lagi dibagiin nasi uduk sama abang bulenya haha yakali mz. Millford Sound adalah must visit object bagi kalian yang mengunjungi New Zealand. Dari foto yang dishare akun – akun traveling sih gorgeous banget, sayang sekali ketika kami ke sana kabut menyelimuti. Gapapa deh daripada ga ke sana sama sekali :”

Tips 2 : Millford Sound cruise paling sedikit beroperasi ketika winter, jadi jika kalian ingin lebih banyak jam pilihan cruise silahkan pilih sendiri mau ngetrip di musim apa. Sesuai preference sih ya ~

Millford sound the eight wonder, people said

bocah ilang

   Selesai cruising Millford Sound ini kami kembali lagi ke Queenstown city untuk menginap satu malam di sana, sekalian nyobain burger paling hits seantero New Zealand. Sayangnya mobil merah sahabat kami beberapa hari ini mogok ga bisa distarter, kudu piye jal ndyes. Dibantuin sama sepasang pengunjung lainnya dan masih ngga bisa distarter, aku ke Information Center bareng Ridho untuk cari pinjeman dongkrak atau alat apapun yang bisa dipakai. Akhirnya dengan biaya $20 kami bisa menyalakan mesin mobil yang sempat kehabisan aki ini. Mung ngono tok rong atus ewu, luarange kabeh kabeh duit ( Translate : Cuma kaya gitu dua ratus ribu, mahal bener apa apa diduitin)

Tips 3 : Pastikan selalu lampu mobil mati (kalo bisa). Karena sekali aki mati akan kerepotan untuk melanjutkan perjalanan. Beruntung ada jump starter di Information Center dan itupun bayar. Jadi cek selalu mobil sebelum buru buru mengejar cruise guys!

tempat kejadian perkara mobil mogok

ekspresi ketika nengok ke masa lalu ~

   Perjalanan dari Millford ke Queenstown ini cukup melelahkan, sampai aku tertidur dan ga sadar mangap kata Wahid. Oh maaan, I must be exhausted -__-. Berhenti di tengah jalan yang mulai gelap untuk foto – foto, ada spot bagus foto lagi, begitu seterusnya. You gotta do that once you have a visit, kaya ga mau melewatkan spot bagus untuk difoto banget sih. Kami sampai di Queenstown ketika hari mulai gelap dan lagi lagi drama beli bensin selalu terjadi karena beli bensin di NZ ga kaya di sini tinggal sebut sama abang Pertamina dan diisilah bensin kita. Di New Zealand yang penduduknya lebih banyak sapi dan domba daripada manusianya ini, kita dituntut mandiri melakukan pelayanan beli bensin dsb. Yang mending kalau di pom bensinnya ada minimarket kami masih bisa meminta bantuan ke kasirnya, nah kalau harus pake Credit Card dan kereject tapi kena charge lumayan euy. Uang makan beberapa hari itu :”

Queenstown mall

burgernya enaaak

Anyway, di Queenstown city kami yang mulai kelelahan ini terpaksa jalan jalan keliling kota untuk beli makan karena dapur tutup padahal dibilangnya 24 hours. PHP banget kaya elu. Tapi jalan di tengah dinginnya kota Queenstown tanpa jaket ternyata lumayan bikin merinding hahhaha sok sokan banget sih. Burger lagi dan lagi padahal aku sudah mulai muak melihatnya, tapi burger malam ini endeus sekali. Namanya Ferg Burger, best burger in NZ katanya. Best sih, seratus dua puluh ribu gimana gak best :” Kami bertiga masih agak lama makan di sana dan foto foto #duh sementara Pakdhe Try pulang duluan karena nda enak badan.

Day 6  Rabu, 16 Agustus 2017

   Check out sedikit telat, omg we’re sorry for that dan kami berencana menuju Glenorchy hari ini sebelum memutuskan untuk lanjut ke Rob Roys Glacier. Ga banyak foto sih tapi foto foto juga, gimana sih ah. Gak bisa ga foto foto di New Zealand mah :”) Berat euy! Kami foto berempat setelah berkali kali gagal dan akhirnya pose ala ala kami pun sukses, yeey! Terima kasih babang bule dan mbak Jepun yang cantik karena membantu mengarahkan kami untuk berpose instead of cuma ngelihat dan komentar doang. Well, perjalanan kami berlanjut ke Rob Roys Glacier yang jaraknya lumayan jauh sejauh jarak waktu kita terpisah #tsaah .

dab!


Melewati Wanaka yang akan kami inapi malam ini, ternyata Rob Roys Glacier ini terlalu jauh untuk digapai apalagi sekalian trekking. Butuh waktu lama kaya waktu buat move on dari dia :”” Perjalanan di jalanan mulus pun bersambung, jalanan yang kami lalui mulai jelek dan banyak ford yang harus dilewati. Maafkan kami ya merah, menyiksamu melewati sungai sungai kecil ini. Pakdhe Try menyetir mobil dan bikin waswas, aku sih yang waswas karena takut mobil ini terendam ketika lewat sungai. Berasa iklan mobil petualangan kaya gini HAHAHA Sempat ketemu rombongan domba yang buanyaak dan kami terlalu senang mengejar ngejar mantan mereka sekalian foto foto lagi. Sampai di Rob Roys Valley hari mulai gelap kaya warna kulitku.  Foto foto sampai puas, ga puas sih sebenernya karena ga trekking tapi yasudahlah melihat pemandangannya aja udah indah. Bersyukur ga hujan hari ini, bikin video video aib yang akhirnya bikin malu sendiripun selesai. Ga berhenti ngakak lah ketika kita mau sok sokan video petualangan pake bendera Indonesia ada yang salah teriak, ga jadi khidmad malah jadinya lawak.

our early 17 an hehehe

Kami ketemu tiga pengunjung yang sama Asianya seperti kami, cuma dari negara – negara tetangga dan gagal trekking juga seperti kami. Yess, ono bolone! Menjadi kameramen untuk temen trip yang ngucapin selamat skripsi buat pacarnya malah akhirnya menginspirasiku merekam video buat entahlah ga jelas banget videonya dan berujung membuatku malu sendiri melihatnya. Dho video aib nya tolong rahasiain ya HAHAHA. Single banyak gaya sih maaf :” Kami pulang ke Wanaka lebih awal dari rencana. And this is the first time ever we check in to our nomaden stay on time.

 

And tonights cooking class begins~ Dapur yang kami gunakan malam ini sebenarnya dapur bersama tapi yang lain nda ada yang masak berasa dapur pribadi. Bahagiaaa ~ Menu masakan featuring chef Wahid malam ini adalah tumisan sayur, kwetiau goreng dan sarden, happiness ~

masak dulu sis ~

our meal tonight ~


Happy eating guys!
Dan siap siap buat trip besok 17 an di Roys Peak :”

 

Bersambung ~~